Arsip Bulanan: Juli 2017

Surat Terbuka Untuk Gubernur Papua Barat

 Kepada Bapak Gubernur Provinsi Papua Barat Di Kota Injil Manokwari. Doa dan harapan kami semoga Bapak Selalu Diberi Kesehatan dan Kekuatan Dalam Mengemban Amanat Suci. Amin.
Isi Surat kegundahan hati masyarakat Papua Barat. Melalui surat ini kami menyatakan bahwa ada kebocoran anggaran negara yang bersumber dari dana APBD, dana Otsus yang di kucurkan melalui program hibah bantuan kepada Yayasan-yayasan yang tidak memiiki kantor yang nyata secara fisik, program yang berkelanjutan, relawan yang jelas yang setiap saat melakukan pendampingan, menjalankan fungsi  sosial,  makna pendampingan, pemberdayan yang sesungguhnya. Kami OAP Hanya jadi obyek eksploitasi, foto-foto kami hanya mengisi laporan-laporan segelintir anak muda yang cerdas bermain laptop untuk menyulap laporan.
Kami mejual sayur, gali batu, jual pasir, menjadi guru di pedalaman memimpikan kehidupan mewah, mengendarai mobil mewah, semua hanya hayalan yang kadang kami tak memilikinya sampai akhir hayat. Sementara anak-anak muda Papua yang cedas dan berada di birokrasi itu , mereka cerdas, mereka mendirikan sekian puluhan Yayasan, belasan CV lalu mereka melakukan praktek konspirasi anggaran, money loundry, mark up hingga menjadi kaya mendadak bagai durian runtuh.
Kadang kami kesal, kadang kami marah, kadang sedih, kadang juga tergoda untuk bermain konspirasi anggaran, proses money loundry agar bisa kelihatan keren seperti anak-anak honor yang baru setaun sudah memiliki semua yang kami impikan dalam hidup ini. Bapak Gubernur sampai kapan kami duduk menunggu di tempat kami sambil menonton dengan sakit hati menonton permainan para bandit anggaran di Papua Barat mengelapkan puluhan juta rupiah, ratusan miliar mengalir mengisi kantong-kantong mereka.
Apakah kami tidak cerdas untuk pandai menipu seperti itu sehingga tak perlu mengerutu..? Jika benar, biarkanlah kami juga ikut melakoni profesi ini dengan gaya, cara kami yang lamban dan kaku ini. Bapak gubernur yang kami pilih dengan doa, harapan dan air mata, Bolehkah kami meminta satu hal…? Apa itu…?
Revew program dana hibah, revew Institusi Yayasan yang tidak memiliki Kantor secara Fisik, Yang Konsisten bekerja dalam diam tanpa menunggu program, kantor ada secara fisik, relawan ada beraktifitas siang dan malam. Biarlah setiap rupiah uang darah dan nyawa orang Papua itu kembali menyentuh setiap jiwa yang sudah lama menanti-nantikan perubahan.
Kami muak, kami bosan menyaksikan segelintir anak muda, sekelompok partai politik, sekelompok anggota dewan berkolaborasi dengan PNS di Provinsi mendirikan Yayasan untuk ikut mengakses dana-dana itu. Kurang puaskah mereka dengan Gaji pokok, kurang puaskah mereka dengan tunjangan-tunjangan program dan jabatan sehingga mereka menyamar mendirikan Banyak Yayasan untuk mengurung uang-uang itu kembali kepada  kantong-kantongmereka…? Kebocoran anggaran dengan cara ini terus terjadi, kapan keadlian sosial itu tidak tercipta, jika cara-cara ini terus masif, menjadi budaya hidup kita. Faktanya ada kelompok yang senyumnya lebar, tertawanya terbahak, sementara kami yang kecil menangis, mengerutu, mengikat pingang karena lapar.
Kami Berdoa..” Ya Tuhan Kata Hambamu Pdt. Is. Kjine, Ottow Gesiler, Barang Siapa Bekerja Diatas Tanah Ini Dengan Jujur Dan Setia, Ia akan melihat tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain ” ternyata nubuatan  itu sering di jadikan kata-katan kiasan semata, toh semua konspirasi-konspirasi itu di buat di Kota Injil, Tanah Suci Bagi Orang Papua, Dengarlah Doa Kami Ya TUHAN, Biarlah keadilanmu Nyata menyala-nyala seperi api yang menyala-nyala mengawasi  kehidupan kami, Biarlah keadilanmu nyata Agar kami rakyat kecil Yakin dan percaya bahwa ALLAH ITU ADA, SETIDA DAN MEMBELA KAMI Yang Lemah.
Izinkan Kami Menyampaikan Keluh Kesah Kami Dengan Beberapa Permintaan:
1. Revew Anggaran Dana Hibah Berbasis Otsus Dan Yang Lainnya.
2. Revew Institusi (Yayasa-Yayasan) yang selama ini menjadi senjata andalan sekelompok orang yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam sisitem untuk mengerogoti Dana Otsus dan APBD Lainnya.
3. Inventarisir kembali lembaga (Yayasan) yang akan berfungsi menjadi mitra dengan pemerintah untuk mengelola dana Otsus, dana Hibah lainnya yang bersumber dari APBD. Bila perlu Audit APBD Provinsi Papua Barat 2-3 Tahun silam.
4. Segera Dorong Pembentukan Komisi Keterbukan Informasi Publik (KIP) Papua Barat.
5. Berikan Ruang Untuk Pemantau Keuangan Negara (PKN) Untuk menjadi mitra dalam memantau tata kelola anggaran negara. Semua itu semata-mata demi tranfaransi, clean and Good Governnace.
Koalisi Pemuda Masyarakat Peduli Pembangunan Provinsi Papua Barat…
                    TTD.
Agustinus R. Kambuaya
Iklan