Dampak Reklamasi Tembok Berlin Kota Sorong (Reklamasi Untuk Siapa)

Belum lama ini publik Kota Sorong disuguhi pemandangan baru diareal  Wisata  Tembok Berlin. Lokasi wisata yang diberi nama Tembok Berlin ini konon katanya ada kemiripan dengan Tembok Berlin di German, tembok yang memisahkan Jerman Barat dan Jermat Timur. Bagi publik Kota Sorong lokasi ini menjadi Aikon,  areal publik utama untuk aktifitas hiburan, tempat bersantai melepas lelah dan olahraga.  Wajah areal wisata Tembok Berlin saat ini sudah berubah, sepanjang lokasi tembok berlin telah dipalang, aktivitas persiapan  penimbunan berjalan dari pagi hingga malam hari, lokasi ini hendak direklamasi oleh Pemerintah Kota Sorong.

Pemerintah Kota Sorog tentu memiliki kewenangan untuk mengatur areal wisata ini, mau di tata dan dirubah seperti apa itu kewenangan pemerintah Kota Sorong sebagai penangung jawab  hukum, administratif dan pemerintahan Kota Sorong. Namun, ada bagian lain yang perlu di konsultasikan bersama warga pengguna areal wisata ini adalah untuk apa dan untuk siapa kebijakan reklamasi ini. Sebab, program reklamasi ini akan membawa dampak positif tetapi juga dampak negatif  yang belum dibicarakan secara serius antara berbagai pihak yang berkepentingan dengan lokasi reklamasi ini.

Pyok reklamasi Tembok Berlin yang bernilai puluhan bahkan ratusan miliar ini seolah dihadirkan dalam proses yang terkesan tertutup terkait perencanan, pembangunan bahkan peruntukan areal reklamasi nantinya. Masyarakat Kota Sorong perlu mendapat penjelasan tentang latar belakang, tujuan dan manfaat dari reklamasi ini nantinya. Apakah areal ini akan di bangun sebagai sentra ekonomi baru didalam Kota yang akan mengakomodir masyarakat Kota atau hanya mengutungkan pengusaha besar yang akan berinvestasi disana.

Pentingnya keterbukaan dan transfaransi kepada masyarakat yang berkepentingan ini merupakan amanat UU Keterbukan informasi publik Nomor 14 Tahun 2008, yang substansinya diantaranya:

Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik;

  1. Mendorong part isipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik;
  2. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan Badan Publik yang baik;
  3. Mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan;
  4. Mengetahui alasan kebijakan publik yang memengaruhi hajat hidup Orang banyak;

Reklamasi Pantai Tembok berlin sudah dipastikan akan berdampak negatif langsung kepada beberapa pihak, diantaranya:

Dampak Lingkungan :

 Dampak lingkungan merupakan aspek penting dalam pembangunan atau pengerjaan proyek berskala lokal maupun nasional. AMDAL Merupakan perintah Undang-undang yang harus dipatuhi dan dilaksanakan. Kumpulan peraturan tentang amdal antara lain: UU Nomor 32 Tahun 2009, AMDAL mendapat porsi cukup banyak dibanding instrument lingkungan lainnya, dari 127 pasal yang ada, 23 pasal diantaranya mengatur tentang AMDAL. Menurut PP No. 27/1999 pasal 3 ayat 1 Usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. Tentu dalam rencana Proyek rekalamasi Tembok berlin sudah menyusun dokumen AMDAL atau tidak..? Yang pastinya, bahwa proyek rekalamasi ini akan menimbulkan dampak negatif yang cukup serius.

Aktifitas penimbunan material sepanjang 25 Meter lebih dibibir pantai Tembok Berlin tanpa disadari akan memicu kenaikan permukaan air laut. Kenaikan air laiut tersebut akan menyebar ke beberapa wilayah pemukiman penduduk disepanjang pantai boswesen, Pulau Doom, pulau sop bahkan daerah pemukiman penduduk di pantai Jalan Baru. Apakah dampak ini telah dianalisis dalam perencanan AMDAL Proyek reklamasi…?

Dampak lain yang cukup memprihatinkan adalah 80% Material, batu, pasir, tanah yang akan digunakan untuk menimbun areal rekalamasi Tembok Berlin akan diambil dari deretan pegunungan yang ada di dalam Kota Sorong. Konsekwensi dari pengambilan material tersebut pada akhirnya menyebabkan erosi, banjir dan longsor, akan menciptakan masalah baru bagi warga Kota Sorong sendiri.

Dengan kondisi lingkungan yang ada saat ini , kerusakan lingkungan akibat aktifitas bahan galian C telah mengakibatkan polusi dan banjir. Eksploitasi bahan material dari dalam Kota Sorong untuk kepentingan reklamasi Tembok Berlin, sudah di pastikan kondisi lingkungan akan semakin memprihatinkan, bahkan akan terjadi bencana banjir yang besar pada musim hujan.

Dampak Ekonomi :

Reklamasi Pantai Tembok Berlin untuk kepentingan siapa..? Judul tulisan ini menjadi pertanyaan kritis untuk membahas dampak aspek ekonomi yang dialami masyarakat “pengguna” Tembok berlin. Disebut pengguna Tembok berlin karena Area yang menjadi Aikon wisata Kota Sorong ini sudah lama menjadi landasan dan tumpuan ekonomi sebagian masyarakat Kota Sorong untuk megais rejeki disni.

Sebagian pedagang selama ini telah  mengantukan nasib dan pendapatan mereka dari warung-warung makan, kedai kopi kecil-kecilan dan kelapa. Aktifitas ini berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, dan memberi manfaat bagi pedagang.  Secara ekonomi, pedagang telah mendapat Brand (merek/citra) khusus, suatu citra yang sudah lama melekat sehingga menjadi Aikon Kota Sorong. Tembok Berlin  Telah menjadi daya tarik tersendiri, yang mendorong konsumen/ pengunjung untuk mengunjungi daerah ini, dan secara langsung berpengaruh terhadap ekonomi keluarga.

Pihak lain yang juga akan mengalami dampak secara langsung dari rekalamsi ini adalah Mama-mama asli Papua, pedagang kelapa disepanjang Tembok Berlin. Jika areal ini dipalang untuk kepentingan reklamasi, maka sudah dipastikan sumber pendapatan mereka akan tergangu. Bagi sebagian orang, aktivitas mama-mama menjual kelapa ini seperti tidak menjajikan pendapatan yang cukup, namun bagi mereka ini sumber utama pendapatan mereka selama ini. Mereka datang dari berbagai daerah dalam Kota Maupun dari pulau-pulau di sekitar Sorong, mengangkut kelapa, menembus ombak hingga sampai di Tembok berlin. Dari berdagang kelapa, mereka bisa menyekolahkan anak-anak mereka, menghidupi keluarga mereka dan lain sebagainya.

Lalu Jika Areal ini hendak di reklamasi, kemana mereka nantinya…? Aspek ini mestinya mendapat perhatian yang serius dari pemerintah, atau setidaknya masuk dalam analisis dampak AMDAL, Ekonomi dan sosial. Untuk jangka pendek bagaimana dan dimana mereka harus mendagangkan kelapa sebagai sumber mata pencaharian mereka, selama ini, Tembok Berlin dan Kelapa muda melekat menjadi satu brand (merek), sebagai nilai jual ekonomi. Mau dapat tempat santai, mau hirup udara segar, agin bisa berkunjung ke Tembok berlin, itu sababnya alasan mereka memajngkan kelapa mereka disana.

Pertanyaannya adalah, apakah Lokasi Reklamasi nantinya bisa menampung pedagang  mama-mama Papua penjual kelapa, pedagang kedai kopi, warung-warung makan akan mendapat tempat yang layak, atau sebaliknya pemeritah mengubah ini menjadi sentra ekonomi baru dengan kawasan Ruko atau Perhotelan yang hanya akan menguntungkan pemilik modal besar. Hal ini perlu di jelaskan kepada pedagang yang berdagang di areal ini,  termasuk kepentingan jangka pendek mereka, yaitu jika areal ini akan sibuk dengan aktivitas reklamasi, lalu dimana mereka akan direlokasi dan aktivitas dagang mereka tetap berlanjut..?

Jika areal Tembok Berlin yang di reklamasi nantinya di perutukan untuk kepentingan bisnis ruko, restoran dan lain-lain, maka pelaku ekonomi yang ada didaerah Tembok akan kehilang ruang bisnis, ruang hidup bahkan lebih tragisnya akan mejadi kaum miskin perkotaan. Konflik ruang bisnis dan hidup akan menjadi turunan masalah yang akan menjadi tantangan pembangunan.

Dampak Sosial:

Dampak lain yang juga akan ditimbulkan akibat reklamasi Tembok Berlin yaitu apabila areal reklamasi ini akan di peruntukan untuk kepentingan bisnis, maka sudah di pastikan publik Kota Sorong tidak mempunyai akses terhadap ruang publik untuk melepaskan kepenatan, stress akibat pekerjaan, beban ekonomi dan lain sebagainya. Tingkat kriminalisat akan tinggi karena tidak adanya ruang publik untuk mengekspresikan berbagai perasaan sikologis dll.

Kesimpulan:

Berpijak pada realitas dampak lingkungan, ekonomi dan sosial diatas, maka sebagai warga Kota Sorong kita meminta kepada Pemerintah Kota Sorong untuk menjelaskan bagaimana cara mereka meminimalisir dampak lingkungan, ekonomi dan sosial yang akan di Timbulkan dari proyek reklamasi ini. Secara ekonomi, pemerintah harus memastikan bahwa pedagang (warung, kedai kopi, penjual kelapa) tetap dijamin keberlangsungan bisnis mereka pada lokasi baru yang akan di rekalamasi nantinya. Sumbangan opini, kritik dan saran kita bukan bertujuan medeskritkan kepemimpinan yang ada, tetapi sebagai wujud  kontrol sosial agar pemerintah semakin pasti dan sukses dalam kebijakan pelayanan kepada masyarakat, semakin di cintai oleh rakyat Kota Sorong.

 

 

                                                                                Agustinus.R.Kambuaya,S.IP.

Direktur Papua Research And Strategy (PRAS)

Pusat Study Strategy Dan Keadilan Pembangunan Dan

 

 

 

 

 

 

Iklan