Hiruk Pikuk Politik Papua Barat-Maybrat

Apa itu politik…? Teramat dan sanggat banyak defenisi politik menurut para ahli. Namun yang lazim kita pahami dalam kehidupan sehari-hari adalah politik itu tentang how to get power (bagaimana mendapatkan kekuasaan). Dengan jalan demorkrasi (PILKADA), atau dengan jalan konflik. Untuk jalan konflik sanggat jarang kita temukan, dulu ditemukan pada masa kolonial (hubungan penaklukan).

Kita sedang ada pada masa politik (PILKADA), Marketing politik atau Branding Strategy sedang menjadi tren. Iklan-iklana pencitraan memasangkan figur-figur yang dianggap ideal mehambuaran dimana-mana. Iklan di jalan-jalan ramai menghiasi pemandangan, bahkan menjadi sampah masyarakat.

Sebagian kita peduli, sebagian kita juga acuh tak acuh dengan proses politik yang sedang berkembang, nah mengapa politik itu penting..? Menurut saya politik itu penting, sebab bukan soal perebutan kekuasaan, tetapi lebih luas kekuasaan yang direbut untuk membangun. Sadar atau tidak, kita berdalih tetap bekerja dalam bidang profesional, konsultan, bussinesman, dokter, peneliti, dll, itu penting adanya, namun sebagai bagian dari masyarakat kita sering diatur oleh apa yang saya sebut sebagai ” Produk Politik”.

Apa itu produk politik.? Produk politik yang saya maksud adalah regulasi, kebijakan dan aturan yang dikeluarkan oleh memimpin yang terpilih. Jika kebijakan publik berupa kesehatan, pendidikan, kontrol harga pasar baik akan mempermudah kehidupan sosial politik ekonomi kita. Jika kebijakan, regulasi yang dikeluarkan oleh pemimpin memberatkan, membebani kehidupan kita, kitapun akan mengerutu, marah bahkan berujung demo dan protes.

Oleh karena itu, guru, Pelajar, supir taxi, mantri, pedang, tukang ojek perlu terlibat dalam politik, keterlibatan yang bisa dilakukan adalah mengorganisasikan diri kedalam kelompok masa sehingga mudah melakukan kontrak sosial politik dengan pemimpin tentang hak dan kewajiban calon pemimpin dan masyarakat.

Jika kesepakatan kita dengan pemimpin tidak diimplementasikan, maka kita berhak memberikan delegitimasi (tidak memilih) pemimpin yang demikian pada masa mendatang.
Dengan cara ini kita berperan sebagai guru mendidik penguasa dengan cara golput dan lain-lain. Pada bagian inilah yang saya sebut sebagai politik rakyat yang bisa bekerja sama dan sebaliknya bisa mendidik bahkan menguhum penguasa.

Ajang pemilukada kali ini menjadi ajang evaluasi rakyat terhadap pemimpin selama ini. Pemimpin yang terbukti membangun rakyat ataukah pemimpin bermental model. Tindakan kita akan menyadarkan PEMIMPIN Bahwa kekuasan yang ada ditangan rakyat dan diberikan kepada pemimpin melalui UUD itu tidak semena-mena dipergunakan untuk KKN, Melainkan digunakan untuk kepentingan rakyat sebagai majikan / Bosnya para abdi negara.

Untuk Papua Barat 1.

Dalam kaitan dengan Calon GUB Papua Barat sebagai rakyat kita jeli dan jernih menilai siapa figur ideal. Kriteria Figur Ideal yang perlu kita pegang adalah latar belakang Figur, apakah sebelum mencalonkan diri calon tersebut sudah konsen terhadap persoalan kerakyatan atau belum, bagaimana tugas sebelumnya dll. Sebab, kampanye para politisi yang penuh propaganda dan agitasi akan mengiring kita sehingga tidak mengunakan akal sehat dalam memilih.
Kita tidak terjebak pada isu primodial suku, agama, ras bahkan money politik yang dijanjikan.

Untuk Maybrat 01

Maybrat dikenal dengan masyarakat dengan tipe masyarakat Big Man (Raa Bobot) prinsip harga diri kental dan sering dikedepankan. Prinsip inilah yang membuat etos kerja politik tinggi. Bahasa kasar semua yang sekolah dan tidak sekolah aktif berpolitik (Makluk politik). Gesekan Keras politik Maybrat dikenal hingga Mahkamah Konstitusi, Bahkan dikategorikan daerah rawan konflik urutan ke 4 di Indonesia.

Miris melihat predikat yang diberikan kepada masyarakat Maybrat ditas. Namun, fakta bahwa masyarakat Maybrat tidak mempunyai budaya konflik atau perang suku. Hanya diabad 21 ini hanya karena kepentingan politik memecah belah keutuhan, persatuan Masyarakat Maybrat.

Hendaknya sebagai orang Maybrat yang dikenal cerdas dan terampil kita berpegang kepada prinsip demokrasi yaitu bebeasan berpolitik dan berdemokrasi yang santun. Konstitusi menjamin hak dan kebebasan setiap orang tanpa mengangu orang lain.

Lebih dari sekedar Prinsip dan demokrasi Maybrat memiliki budaya luhur mulia yang boleh dikata mengalahkan prinsip konstitusi dan demokrasi. “Sebuah Prinsip Ilahi bukan datang dari para Ahli filsafat yaitu Prinsip Teofani Hukum Tuhan yang diturunkan kepada orang Maybrat. Kasih, kerendahan hati, penghormatan kepada orang lain serta kesatuan. Sebagaimana Hukum Tuhan Penghargaan dan Hukumana adalah konsekwensinya. Jika dilakukan akan membawa berkat, jika tak dilakukan akan membawa kutuk.

Jika dipandang dalam kacamata dunia ini adalah prinsip keseimbangan sosial kehdiupan. Secara Theologis prinsip ini menuntun keselamatan Jiwa dan Tubuh. Semoga kita sebagai suku tak terjebak pada politik dan masalah kontenporer. Salam Membaca dan Berdiskusi.

By. Agustinus R. Kambuay

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s