Aksi FPI Bukti,Masyarakat Indonesia Korban Globalisasi

Aksi besar-besaran pada 4 November yang di motori oleh Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta dapat dikatakan berlebihan dan tidak berdasar.

Mengapa aksi Ini dikatakan tidak berdasar.? Jelas, bahwa dari kronologis penistaan agama tidak ditemukan adanya pernyataan penistaan agama.

Pernytaan penistaan agama sebenarnya muncul ketika Ahok berkunjung ke Kepulauan seribu, disana Ahok menyatakan kalau ada saudara/i Muslim yang mengunkan agama sebagai alat untuk tidak memilih dia jangan di ikuti.

Peryataan ini kemudian di edit dan di hilangkang bagian substansinya oleh Buny Yani slah satu warga Jakarta sehinga yang disebarkan adalah pernytaan menista agama islam.

Belum ada proses pembuktian teknis terkait kebenaran video yang beredar di Youtube tersebut, namun faktanya video ini telah mempengaruhi opini umat muslim dan menjadi isu penistaan agama.

Konsolidasi umat muslim Se-Jabodetabek sudah dilakukan bahkan diluar Jakarta pun sudah di mobilisasi.

Apa hubungannya dengan globalisas..? Perkembangan teknologi informasi bagai satu pisau bermata dua. Disatu sisi teknologi informasi bermanfaat untuk pembangunan, disatu sisi berdampak negatif bagi pengguna itu sendiri.

Aksi yang dilakukan 500 ribu orang di Jakarta ini dapat dimasukan sebagai fakta bahwa masyarakat kita telah menjadi korban globalisasi.

Lagi-lagi mengapa? Karena belum ada pembuktian oleh pakar telematika, peneltian, penyidikan dan penyelidikan yang membuktikan bahwa Video itu benar dan tidak diedit sehingga Ahok pantas dinyatakan telah menista agama. Inilah kejahatan dunia maya.

Meski tidak terbukti,FPI yang sejak dulu mempunyai misi terselubung telah berhasil mengiring opini publik bahkan memaksakan hukum untuk memejarakan Ahok.

Jika dahulu bangsa Idonesia memandang pihak luar, kolonial, kapitalisme, imperialisme sebagai nancaman terhadap negara, saat ini ancaman itu datang dari dalam NKRI itu sendiri.

Pernytaan Sukarno bahwa Perjuanganku akan lebih mudah karena melawan bagsa lain, tetapi perjuanganmu akan sulit karena melawan bangsamu sendiri. Pernyataan ini mendapat pembenarananya pada 4 November 2016  saat ini, dimana ambisi dari golongan tertentu sehingga mempropagandakan kenyataan sebenarnya untuk mencapai tujuannya.

Teknologi informasi benar-benar menjadi ancaman nyata terhadap Bineka Tunggal Ika, Pancasila dan NKRI. Perbedaan yang ada bukan lagi menjadi kekayaan, modal pembangunan tetapi menjadi ancaman.

Lagi-lagi ini adalah ulah user (penguna internet). Hanya membutuhkan 1-2 jam mngedit Video tetapi dampaknya merusak keberagaman dan fondasi bangsa yang dibangun ribuan tahun, pancaaila dan bineka tunghal ika saat ini di uji oleh Smart Phone, laptop dengan conecsi internetnya.

Dalam bahasa teori globalisasi Steb Job menyatakan bahwa dunia kini ada dalam gengaman kita.Kita memustuskan untuk menjaga dan membangun atau menghancurkannya. Tergantung kesadaran makluk manusia penguna itu sendiri. 

Agustinus R. Kambuaya

Direktur Papua Reseach Institute

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s