Bineka Tunggal Ika Slogan Kosong

Bineka Tunggal Ika Runtuh Besok tanggal 4 November. Semua Teori dan konsep yang selama ini menjadi legitimasi kebangsan dan konsep negara kesatuan mendapat ujian. Konsep negara hukum pun dalam prakteknya tidak berdasar.

Katanya, kita menjadi satu dalam perbedaan. Ada konsep Imagion Community yang menyatakan bahwa orang Indonesia dari berbagai daerah, berbeda suku dan agama tetapi bersepakat menjadi satu dalam rumah NKRI, (Konsep social consensus)/ kesepakatan sosial.Bagaimana faktanya..?

Dalam prakteknya ternyata kita gagal, jauh panggang dari api (daz zein daz zolen). Fakta membuktikan bahwa rakyat membangun tembok pemisahnya sendiri-sendiri dengan warna agama, suku dan golonganya. Kita belum berpikir objektif, bebeas merdeka dari sekat-sekat pembeda.

Pemimpin, politisi, agamawan, budayawan menyatakan perbedaan adalah kekayaan, modal dan keunikan kita. Faktanya FPI Jadikan perbedaan sebagai sumber legitimasi politik untuk menumbangkan Ahok, hanya karena Ahok Seorang Nasrani.

Gerakan Bela Islam dan penjarakan Ahok sudah pasti memaksakan hukum tunduk kepada keinginan mereka. Dari kronologis penistaan agama sudah jelas bahwa ada Oknom bernama Buny Yani yang mengedit peryataan Ahok yang sebenarnya dan memplintirkannya menjadi penistaan agama.

Sayangnya Proses klarifikasi kebenaran Video ini lambat, sehingga kelompok fundamentalis dengan cepat menjadikan ini sebagai isu. Hasilnya Ahok akan didemo oleh 500 ribu orang dengan sokongan dana 100 Miliard dari kelompok kepentingan.

Jika Ahok benar di Penjara, maka sempurna kegagalan Bineka Tunggal Ika, Pancasila, NKRI dan semua konsepnya itu. Ilmuan hidup dalam alam imajinasinya bahwa ada NKRI, Bineka Tunggal Ika yang Ideal.

Pemimpin politik, penguasa dengan slogan persatuan dalam perbedaan menjadi mubasir, kosong dan tak laku lagi.

Seribu konsep negara kestuan runtuh dalam satu kasus. Elit negara sibuk dengan kampanye simbolik tentang kebangsaan tetapi nyatanya rakyat tidak saling menerima.

Sejauh ini kita sebagai bangsa masih mengelak, bersandiwara menutupi ada banyak penyegelan gereja, tempat ibadah dan semua bentuk diskriminasi lainnya. Tapi tiba waktunya kita akan menuai hasil manis sandiwara itu.

Bukan tidak mungkin terjadi kerusuhan berdarah-darah karena negara kalah dan tunduk kepada kelompok Agama tertentu. Bahkan mungkin etnis minoritas bisa memisahkan diri karena tidak ada jaminan keamanan dan masa depan di dalam NKRI.Selamat membaca dan berdiskusi.

Direktur Papua Reseach Institute

Oleh Agustinus R. Kambuaya

images-2

 

Iklan

One thought on “Bineka Tunggal Ika Slogan Kosong

  1. Ping balik: Bineka Tunggal Ika Slogan Kosong « Kunume Wone

Komentar ditutup.