PERTARUNGAN DIPLOMASI ULMWP VS NKRI DI MSG

Lautoka

Katanya Ilmu Harus Di Aplikasikan. Maka Sebagai Mantan Mahasiswa HI saya kali ini mengunakanya untuk memberikan sedikit pandangan terkait dinamika politik (ULMWP) Vs NKRI Di kaawasan melanesia/ pafisik (MSG).

Dinamika politik kawasan pasifik menjadi menarik ketika ULMWP sebagai gerakan politik Papua untuk pertamakalinya masuk sebagai anggota observeb (pengamat). Agenda utama yang diusung organisasi ini adalah status Politik Papua (Merdeka).

Sementara Pemerintah Indonesia menjalankan kontra diplomasi terhadap gerakan internasionalisasi isu Papua di organisasi sub regional MSG tersebut. Untuk menjaga harmonisasi antara ULMWP dan pemerintah NKRI, Para pimpinan MSG memasukan ULMWP sebagai observeb, sementara pemerintah Indonesia sebagai Full members (Anggota Penuh). Ini keputusan bijak (win win solution).

Meski sudah berstatus observer member, status ini tidak membuat ULMWP berbanga diri. Manufer lobi-lobi politik makin intens dilakukan untuk meyakinkan para pimpinan MSG untuk memasukan ULMWP sebagai anggota penuh. Gerakan ULMP ini disiasati oleh pemerintah Jakarta dengan membentuk tim lobi yang dipimpin langsung Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan. Suatu peran yang cukup rancu sebab mengambil alih porsi Kementerian luar negeri.

Dinamika diplomasi yang sedang berlangsung di pasifik ini menarik, sebab mempertemukan dua kekuatan dengan pendekatan yang berbeda. Pemerintah Indonesia melakukan lobi dan diplomasi yang legal formal Government to Government (G to G), suatu diplomasi yang dilakukan antara pemerintah dengan pemerintah. Instrumen yang digunakan sebagai alat diplomasi adalah tawaran bantuan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Ini sudah cukup berhasil membuat PNG dan beberapa negara di pasifik tidak mendukung ULMWP dalam agenda MSG sebelumnya.

Diplomasi yang dilakukan ULMWP justru terbalik, pendekatannya adalah People to people hingga akhirnya mempengaruhi sikap politik elit atau negara. Para aktivis ULMWP mengunakan pendekatan by cultur yaitu solidaritas dan spirit kekeluargaan sebagai rumpun melanesia. Kampanye politik Papua yang dilakukan oleh aktivis Papua yang bermigrasi ke PNG selama puluhan tahun ini cukup berhasil. Mayoritas masyarakat melanesia mendukung isu Papua merdeka yang diusung oleh ULMWP. Beberapa negara seperti Fanuatu tidak mengesampingkan gerakan rakyat ini. Fanuatu misalnya menyatakan sikapnya secara jelas mendukung Papua. Sebab isu Papua telah menjadi isu rakyat Vanuatu. Inilah yang membuat diplomasi ULMWP Vs NKRI makin seru di MSG.

Eskalasi Papua terus meningkat, lobi-lobi politikpun tak henti-hentinya dilakukan. Indonesia terus intens melakukan taktik dan strategi diplomasi untuk mengagalkan ULMWP di MSG 14 Juli mendatang, sementara ULMWP juga telah melakukan konsolidasi politik serta lobi-lobi dukungan kian intens dikalangan anggota MSG. Yang jelas Pertemuan unsur pimpinan tingkat MSG di Honiara 14 Juli mendatang akan menjadi ajang ujuk kelihaian diplomasi antara ULMWP VS NKRI.

Aspek yang lain MSG menjadi regionalisme baru akan menghadapi ujian berat, sebab dalam proses konsolidasi menuju organisasi regional, MSG dihadapi dengan isu politik yang sensitif. Apakah para anggota MSG akan memutuskan persoalan Papua secara obyektif berdasarkan fakta sosial, HAM, eknomi yang terjadi di Papua.? Atau MSG akan sama seperti organisasi sub regional lainya yang hanya menjadi ajang sandiwara para elit yang endingnya isu HAM hanya dijadika alat tawar menawar kepentingan nasional suatu negara (National Interest).
Organisasi sub regional dibuat karena adanya tuntutan kebutuhan bersama, yaitu untuk mengatasi persoalan yang tidak mampu diatasi secaradomestik. Kita tunggu keputusan para pimpinan MSG di 14 Juli mendatang.

Agustinus R Kambuaya.

Pengamat Hubungan Internasional & Pengiat Sosial Papua

Iklan

One thought on “PERTARUNGAN DIPLOMASI ULMWP VS NKRI DI MSG

Komentar ditutup.